Hal yang Perlu Diketahui Saat Liburan ke Menara Eiffel

Images : google.com

 

TIKETGARUDAPROMO.com – Menara Eiffel di Paris jadi salah satu destinasi favorit turis. Kamu berencana liburan ke sana? 9 Hal ini bisa dicatat supaya liburanmu di sini makin maksimal.

Terletak di pinggir Sungai Seine, menara rancangan Gustave Eiffel itu tak pernah kehabisan pesona untuk menarik pengunjung. Dari pagi hingga tengah malam, selalu ada saja turis yang terlihat menghabiskan waktu di sekitar kaki menara setinggi 324 meter itu.

Nah, seperti di tempat wisata ramai lainnya, ada saja hal-hal yang perlu diperhatikan agar liburan ke menara Eiffel terasa lebih maksimal. Berikut Hal yang Perlu Diketahui Saat Liburan ke Menara Eiffel :

1. Berfoto dengan latar belakang Eiffel itu gratis

Ya, gratis. Mungkin info ini terasa amat remeh, tapi bisa jadi tak semua orang mengetahuinya. Apalagi sejumlah tempat wisata favorit dunia biasanya mengharuskan turis membayar sebelum bisa mendekat. Sebut saja Monas!

Menara yang kerap dijadikan latar syuting film romantis ini terletak di wilayah umum yang tak dibatasi pagar permanen. Traveler tak perlu membayar untuk mendekati Eiffel.

Untuk masuk ke wilayah yang sangat dekat dengan kaki Eiffel, traveler hanya perlu melewati pos pengamanan nonpermanen. Tas Anda akan dibuka dan diperiksa, metal detector juga akan menjelajahi permukaan tubuh Anda, setelahnya, silakan nongkrong gratis di bawah menara tertinggi di dunia periode 1889-1930 itu. Anda bisa sekadar duduk-duduk cantik atau memberi makan merpati. Anda juga bisa jajan minuman dan makanan ringan.

Lain cerita jika Anda ingin naik ke Menara Eiffel. Untuk naik ke puncak, Anda harus membayar 17 Euro.

2. Spot-spot foto favorit

Wilayah bawah Menara Eiffel memang bisa diakses dengan mudah, namun spot terbaik untuk berfoto tentu bukan di situ. Menara Eiffel yang merupakan bangunan tertinggi di Paris mudah dijadikan latar foto dari berbagai titik, namun ada sejumlah spot yang jadi favorit traveler.

Jika Anda sudah berada di bawah Menara Eiffel, berjalanlah ke arah taman Champ de Mars yang berkarpetkan rumput hijau. Area taman itu merupakan salah satu spot favorit traveler untuk berfoto.

Tantangannya adalah banyak orang yang juga berfoto di situ. Tantangan lain adalah cahaya matahari yang bisa membuat foto Anda backlight. Dengan datang di waktu yang tepat, Anda bisa berfoto dengan latar penuh menara Eiffel dari puncak hingga kaki-kakinya.

Spot berfoto favorit lainnya adalah dari jembatan Pont d’lena yang ada di atas Sungai Seine. Satu spot favorit lagi ada di trotoar Trocadero yang ada di sisi lain Sungai Seine di seberang Eiffel. Semua spot-spot ini bisa dicapai dengan berjalan kaki dari Menara Eiffel.

3. Mencumbu Eiffel dari kaki hingga ke puncak

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, traveler bisa naik hingga ke puncak menara Eiffel. Tapi, seperti yang juga telah disebutkan sebelumnya, traveler harus merogoh kocek, yang tak terlalu dalam, untuk menikmati jelajah vertikal menara Eiffel.

Untuk naik hingga ke level dua menggunakan lift, traveler harus membayar 11 Euro. Untuk naik hingga puncak, traveler harus membayar 17 Euro.

Ada jalan lain yang lebih murah. Traveler bisa mengakses hingga lantai 2 menara Eiffel hanya dengan membayar 7 Euro, tapi naik tangga, tak boleh pakai lift. Serius!

Proses naik lift dari lantai dasar ke lantai 2, lalu berganti lift lanjut ke puncak bisa jadi petualangan berkesan tersendiri. Bisa dikatakan rasanya ngeri-ngeri sedap. Bisa jadi traveler merasa ngeri karena bisa melihat ke bawah selama naik karena liftnya berdinding kaca, namun juga sedap karena pemandangannya yang indah.

Dari lantai 2 menara Eiffel, kota Paris sudah bisa dilihat seutuhnya. Pemandangannya menakjubkan. Anda bisa melihat indahnya kelokan Sungai Sein, juga bangunan-bangunan berdesain eksotis yang sangat khas Eropa. Dari puncak menara Eiffel, pemandangannya tak jauh berbeda, hanya… lebih tinggi.

Oh iya, waktu buka menara Eiffel untuk dinaiki yaitu dari pukul 09.30 hingga 23.45 waktu Paris. Satu lagi, jangan lupa bawa air minum!

4. Siap-siap antre

Jika traveler berniat untuk naik ke menara Eiffel hingga ke puncak, maka siapkanlah waktu setidaknya 2 jam. Selain akan menghabiskan waktu untuk foto-foto dari banyak angle, traveler juga akan banyak membuang waktu untuk mengantre.

Antrean untuk menaiki Eiffel hampir selalu mengular, baik dari pagi, siang, sore hingga malam hari. Untuk naik dari lift di lantai dasar hingga ke lantai 2, traveler sudah harus mengantre. Lalu berganti lift dari lantai 2 ke puncak, harus mengantre lagi. Lalu saat hendak turun, harus mengantre lagi!

 

Baca Juga :

 

5. Ada restoran di menara Eiffel

Bagi yang belum tahu, traveler bisa makan di restoran yang terletak di lantai 1 menara Eiffel.

6. Setelah datang saat siang, kembalilah di malam hari

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, menara Eiffel ini punya pesona yang seolah tak ada habisnya. Terlihat menawan saat siang, Eiffel juga sangat cantik di malam hari.

Saat telah gelap, Eiffel akan berhiaskan cahaya berwarna kuning. Lalu setiap satu jam sekali Eiffel akan dihiasi titik-titik cahaya putih yang membuat menara besi cantik itu bermandikan bintang-bintang. Jadi, traveler harus sempat kembali ke Eiffel di malam hari untuk selfie sekali lagi.

7. Panasnya Paris di bulan Juni

Di bulan Juni, Perancis sedang berada di musim panas. Di bulan Juni, Paris bisa dibilang lagi panas-panasnya. Mengunjungi Eiffel saat Paris sedang panas-panasnya, hmm… coba dipikirkan lagi.

Mengunjungi Paris dan menara Eiffel di bulan Juni bisa jadi tantangan tersendiri. Suhu di Paris bisa mencapai 39 derajat celcius. Traveler Asia Tenggara juga belum tentu tahan dengan panasnya. detiktravel mengalami langsung saat Paris sedang panas-panasnya di suhu 39 derajat celcius.

Selain udara panas, tantangan lain adalah teriknya matahari. Pukul 16.00 di bulan Juni di Paris adalah waktunya matahari sedang terik-teriknya. Foto dari berbagai angle bisa jadi backlight. Jadi, jika Anda datang ke Paris di bulan Juni, usahakan tidak datang di sore hari.

8. Awas copet!

Sebenarnya saat detiktravel berkunjung ke Eiffel, tak terdeteksi kegiatan copet sama sekali. Barang-barang yang kami bawa aman, tak terlihat orang mencurigakan, tak ada pula tangis atau tanda kepanikan orang kehilangan barang. Bisa jadi para copet sedang malas beraksi karena cuaca sedang panas-panasnya.

Namun traveler tetap harus waspada. Copet-copet di tempat wisata di Eropa sudah termasyur kelihaiannya. Anda lengah, dompet bisa berpindah.

Di lantai 2 menara Eiffel, tepat di pintu lift yang akan membawa traveler ke puncak, ada peringatan bahaya copet. Mungkin para copet kerap beraksi di ruang sempit lift yang membawa traveler ke puncak Eiffel. Jangan kendurkan kewaspadaan Anda!

Sedikit tips dari detiktravel, batasilah barang-barang yang akan Anda bawa saat hendak jalan-jalan di dalam kota. Kartu identitas cukuplah dengan membawa paspor, tak perlulah mengantongi KTP, apalagi SIM C, simpan saja di kamar hotel!

Kalaulah Anda merasa perlu untuk membawa identitas lainnya, maka tempatkan di kantong berbeda. Begitu juga dengan uang Anda, jangan tempatkan di satu kantong atau tas. Bagilah uang-uang Euro Anda ke sejumlah kantong berbeda. Apes-apesnya Anda jadi korban copet, cadangan uang tetap terjaga.

Oh iya, konon katanya, saking ahlinya copet-copet di Eropa, kamera yang menggantung di leher juga bisa dicuri tanpa terasa. Jadi tetap hati-hati ya!

9. Souvenir murah ala kaki lima

Seperti diketahui standar harga di Eropa lebih tinggi dibanding di Asia Tenggara. Begitu juga dengan harga souvenir di tempat wisatanya. Nah, untuk di Eiffel, ada alternatif belanja souvenir murah, yaitu kaki lima di pinggir jalan.

Ya, bukan hanya di Jakarta yang ada pedagang kaki lima, di Paris juga ada. Mereka adalah para imigran dari Afrika dan juga Asia. Para penjual souvenir menjajakan dagangannya di sebuah lapak kain yang mudah dibungkus dan dibawa lari kapan saja ada polisi yang merazia.

Apa saja yang mereka jual? Souvenir khas mulai dari gantungan kunci, tempelan kulkas hingga miniatur menara Eiffel. Untuk gantungan kunci, mereka menjual 1 Euro per lima buah. Jauh lebih murah jika dibandingkan di toko yang ada di dekat Eiffel. Berapa harga tempelan kulkas dan miniatur Eiffel? Silakan cek sendiri , yang jelas lebih murah dari kios atau toko yang ada di sekitar Eiffel.

Oh iya, Anda tentu bisa tawar menawar. Namun, sebelum bertransaksi sebaiknya bulatkan tekad Anda untuk membeli, karena mereka tak akan rela ditinggal begitu saja setelah Anda bertanya-tanya.

Selain para pelapak kaki lima, Anda juga bisa berbelanja barang khas Eiffel di kios-kios atau toko di dekat menara. Barangnya lebih beragam, dari kaus, syal, dompet, tas, gantungan kunci, tempelan kulkas, dan banyak macam barang lainnya. Tapi ya itu tadi, harganya lebih tinggi dari para pelapak kaki lima.

Sudah mencatat poin-poin di atas? Selamat liburan, bonjour!

 

 

Source : travel.detik.com

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*