Merasakan Kesederhanaan Ala Wae Rebo

Images : google.com

 

TIKETGARUDAPROMO.com Bagi sebagian besar penggemar traveling, nama Wae Rebo mungkin masih terdengar asing di telinga. Bahkan mungkin ada yang belum pernah mendengarnya. Padahal obyek wisata ini semakin hari semakin populer di kalangan wisatawan. Wae Rebo adalah wisata pedesaan yang terletak di ujung tenggara Indonesia, atau tepatnya di Flores.

Wae Rebo adalah sebuah pemukiman bagi Suku Manggarai yang masih asri dan alami. Jauh dari teknologi membuat suasana desa ini benar-benar indah karena para penduduk yang sangat suka membalas senyuman para pendatang. Di tempat ini, para pengunjung diberi kesempatan menikmati segarnya udara pedesaan, sekaligus beristirahat di rumah tradisional dengan desain yang unik, yaitu Mbaru Niang.

Untuk sampai di desa Wae Rebo, wisatawan harus mempersiapkan stamina yang prima. Setelah sampai di desa yang bisa diakses kendaraan, yaitu Desa Dintor, perjalanan harus dilanjutkan dengan berjalan kaki selama tiga jam. Trip jalan kaki ini bakal memberikan kesan yang sangat indah.

Para pengunjung diajak menelusuri hutan hujan yang masih asri. Tidak perlu heran bila di tengah perjalanan bertemu dengan satwa-satwa dan kicauan burung yang mendiami hutan tersebut.

Wae Rebo saat ini menjadi salah satu andalan pariwisata di Flores Barat. Karena makin diminati, rumah Mbaru Niang pun dibuat menjadi lebih ‘modern’ tanpa meninggalkan tradisi Manggarai. Rumah ini beratapkan dedaunan dari pohon kelapa dan di tengah-tengahnya terdapat sebuah tonggak untuk menyangga keseluruhan rumah.

 

Baca Juga :

 

Bagi kaum urban, tidak ada yang lebih membahagiakan untuk melihat kehidupan yang jauh dari kesan modern. Suasana kembali ke desa benar-benar dirasakan di Wae Rebo. Pengunjung akan merasakan alur kehidupan yang bersahaja dari para masyarakat asli Manggarai. Misalnya, bekerja di ladang dari pagi hingga petang, memanen dan memasak kopi, serta kaum wanita yang bangga mengenakan busana yang terbuat dari kain songket.

Para pendatang bakal diajak untuk bermalam di Mbaru Niang, berbaur dengan para penduduk asli, serta tidur beralaskan tikar. Selain itu, hamparan perbukitan yang ada di sekelilingnya, seolah menjadi dinding-dinding hijau yang melindungi desa Wae Rebo.

Ada yang menarik dari cerita orang-orang Wae Rebo. Kabarnya, nenek moyang mereka bukanlah orang Flores, melainkan orang-orang Minangkabau yang berkelana dan membuat pemukiman sekitar seribu tahun lalu. Sangat menarik bila mendengarkan bahwa orang-orang Wae Rebo sebenarnya memiliki darah Minang.

Jadi kalau sekarang punya kesempatan berkunjung ke Labuan Bajo atau destinasi wisata lainnya di Flores, jangan lupa untuk Merasakan Kesederhanaan Ala Wae Rebo. Mulai sekarang, persiapkan jadwal untuk berkunjung ke desa yang penuh dengan senyuman dan keindahan ini.

 

 

Source : braito.co.id

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*